Pemerintah akhirnya mengumumkan tingkat inflasi bulan Juni 2008 sebesar 2,46% melalui Badan Pusat Statistik hari Selasa, 1 Juli kemarin. Deputi BPS bidang statistik dan jasa juga mengungkapkan inflasi Year to date (Januari 2008-Juni2008) mencapai 7,37% dan inflasi year on year (Juni 2007-Juni 2008) mencapai 11.03%. Hal ini masih lebih baik dari estimasi BPS sebelumnya yang sempat menyebutkan angka inflasi YOY Juni sebesar 12%.
Selain disebabkan oleh putaran kedua kenaikan BBM bulan Mei yang mencapai 28,7%, inflasi diperkirakan juga bersumber kepada meningkatnya pengeluaran masyarakat terhadap pendidikan dan liburan anak. Hal ini serupa terjadi pada saat lebaran dimana konsumsi masyarakat meningkat drastis sehingga menyebabkan meingkatnya harga-harga. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya harga bahan makanan sejumlah 1,28% dan kelompok makanan jadi, minuman, tembakau dan rokok sejumlah 1,33%.
Nah menurut saya justru yang perlu dibenahi oleh pemerintah kita sekarang adalah bagaimana menanggapi inflasi yang disebabkan oleh faktor nonBBM, seperti bagaimana memperbaiki pola pasok dan distribusi barang sekaligus mengendalikan harga. Contohnya baru2 ini terjadi kelangkaan gas elpiji yang menyebabkan harga gas naik…
Kalau pemerintah belum bisa membenahi laju kenaikan harga pada sektor-sektor tersebut dengan cara-cara yang lebih efektif, jangan harap bisa memenuhi janji BI untuk menekan inflasi hingga single-digit pada tahun 2009 mendatang.
-Joe-
Posted by coolinvestment 